Linkbukan urusan dokter???Dec 10, '07 11:55 PM
for everyone
Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423

[quote from original entry] Buru-buru gue menuju UGD lagi, dan bertanya:
*sambil melirik bed Wulan... loh kog belum diapa-apain juga nih Wulan, masih teronggok aja di bed?*:
"Dokter, saya benar-benar bingung... sebaiknya Wulan harus cepat di CT Scan atau tidak, saya dan keluarga berharap cepat ada tindakan, tapi terus terang uang yang ada belum cukup. Saat ini keluarga sedang menuju kemari bawa uang. Bagaimana dokter?"
"Ya kami hanya menjalankan prosedur di rumah sakit ini saja, ibu...", kata dokter itu lagi.
"Saya mengerti dok, tapi saya bingung, CT Scan itu benar-benar dibutuhkan atau tidak untuk Wulan? Kalau persoalan-nya uang, kami mau membayar sebagian dahulu, tapi tetap katanya harus persetujuan dokter. Saya sendiri khawatir tadi dia muntah-muntah begitu hebat", dengan nada agak mulai naik dikiiitttt... *gimana 'gak naik suara dikit, dilempar kesana kemari kayak pingpong gitu... tengah malem pulak*
Dan dokter itu mulai membentak gue di depan Wulan dan beberapa REKAN SEJAWAT-nya:
"Bagaimana mau di CT Scan kalau pendarahannya belum berhenti!!! Ibu mengerti !!!??!!!"

Kesadaran langsung terhempas.
Tapi gue masih punya harga diri sedikit:
"Kalau pendarahan-nya harus dihentikan sebelum CT Scan, kenapa tidak dari tadi dihentikan, dokter? Mungkin tidak di-CT Scan dahulu tidak masalah, tapi saya lihat terhadap pasien ini masih belum diambil tindakan apapun dari tadi, sejak saya mondar-mandir ke Radiologi?",
dengan suara mulai agak tersendat, kalut dengan emosi dan airmata yang hampir tumpah. Dan gue berusaha mengumpulkan keberanian untuk bertanya lagi:
"Maksud saya, apakah dokter tega, kalau misalnya nanti pasien ini mati tanpa penanganan di sini?",
suara gue makin lirih...
"ITU BUKAN URUSAN SAYA!!!!!"[/quote from original entry]

----------------------

udah sering baca/denger cerita pengalaman semacam ini, pasien dibawa ke RS dg harapan bisa ditangani secepatnya, tapi yg terjadi malah disuruh bayar dulu baru bisa ditangani. kalo yg nganter bawa duit/kartu kredit, urusan bisa langsung beres.

tapi kalo yg nganter ga siap bawa duit banyak?? (yah siapa sih yg bawa2 duit banyak buat jaga2 kalo mrk/keluarga/temen tiba2 kecelakaan & harus masuk rumah sakit??) siap2 aja nelangsa ngeliat pasien dicuekin. mau meraung2 kesakitan, kepala berdarah2, pingsan, atau bahkan sekarat sekalipun... itu bukan urusan dokter.

so much for sumpah dokter or kode etik kedokteran or whatsoever... when it comes to money, even the doctor could turn to be a white-robed-heartless-demon and say "bayar dulu, baru elu gue obatin..."

inget sumpah, dooookkkk.... apa sumpah dokter udah berubah sekarang?? jadi.. "menolong sesama manusia kalau ada duitnya"?????

saya tahu tidak semua dokter atau rumah sakit seperti itu. tapi tetap, ada saja yg seperti itu. semoga saja... dokter baik lebih banyak drpd dokter jahat. dan semoga saja... dokter2 jahat itu diberi petunjuk & hidayah agar kembali menjadi dokter2 baik... amin...


srisariningdiyah wrote on Dec 11, '07
amiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
aryan wrote on Feb 1
tapi selama ini aku urusan sama rumah sakit lancar2 aja..... hmmm
greyskymorning wrote on Feb 5
bagooosss kalo begituuuu....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help